Sunday, June 15, 2014

Pahlawan Nasional Idola



SOEKARNO



Ir. Soekarno atau yang biasa dipanggil Bung Karno yang lahir di Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 6 Juni  1901 dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dengan Ida Ayu Nyoman Rai. Ayah Soekarno adalah seorang guru. Raden Soekemi bertemu dengan Ida Ayu ketika dia mengajar di Sekolah Dasar Pribumi Singaraja, Bali.Soekarno hanya menghabiskan sedikit masa kecilnya dengan orangtuanya hingga akhirnya dia tinggal bersama kakeknya, Raden Hardjokromo di Tulung Agung, Jawa Timur.       
Soekarno pertama kali bersekolah di Tulung Agung hingga akhirnya dia ikut kedua orangtuanya pindah ke Mojokerto. Di Mojokerto, ayahnya memasukan Soekarno ke Eerste Inlandse School. Di tahun 1911, Soekarno dipindahkan ke Europeesche Lagere School (ELS) untuk memudahkannya diterima di Hoogere Burger School (HBS). Setelah lulus pada tahun 1915, Soekarno melanjutkan pendidikannya di HBS, Surabaya, Jawa Timur. Di Surabaya, Soekarno banyak bertemu dengan para tokoh dari Sarekat Islam, organisasi yang kala itu dipimpin oleh HOS Tjokroaminoto yang juga memberi tumpangan ketika Soekarno tinggal di Surabaya.
Dari sinilah, rasa nasionalisme dari dalam diri Soekarno terus menggelora. Di tahun berikutnya, Soekarno mulai aktif dalam kegiatan organisasi pemuda Tri Koro Darmo yang dibentuk sebagai organisasi dari Budi Utomo. Nama organisasi tersebut kemudian Soekarno ganti menjadi Jong Java (Pemuda Jawa) pada 1918. Di tahun 1920 seusai tamat dari HBS, Soekarno melanjutkan studinya ke Technische Hoge School  (sekarang berganti nama menjadi Institut Teknologi Bandung) di Bandung dan mengambil jurusan teknik sipil. Saat bersekolah di Bandung, Soekarno tinggal di kediaman Haji Sanusi yang merupakan anggota Sarekat Islam dan sahabat karib Tjokroaminoto. Melalui Haji Sanusi, Soekarno berinteraksi dengan Ki Hajar Dewantara, Tjipto Mangunkusumo dan Dr Douwes Dekker, yang saat itu merupakan pemimpin organisasi National Indische Partij. Pada tahun 1926, Soekarno mendirikan Algemene Studie Club di Bandung yang diinspirasi dari Indonesische Studie Club (dipimpin oleh Dr Soetomo). Algemene Studie Club  merupakan cikal bakal berdirinya Partai Nasional Indonesia pada tahun 1927.
Bulan Desember 1929, Soekarno ditangkap oleh Belanda dan dipenjara di Penjara Banceuy karena aktivitasnya di PNI. Pada tahun 1930, Soekarno dipindahkan ke penjara Sukamiskin. Dari dalam penjara inilah, Soekarno membuat pledoi yang fenomenal, Indonesia Menggugat. Soekarno dibebaskan pada tanggal 31 Desember 1931. Pada bulan Juli 1932, Soekarno bergabung dengan Partai Indonesia (Partindo), yang merupakan pecahan dari PNI.
Soekarno kembali ditangkap oleh Belanda pada bulan Agustus 1933 dan diasingkan ke Flores. Karena jauhnya tempat pengasingan, Soekarno hampir dilupakan oleh tokoh-tokoh nasional lainnya. Namun semangat Soekarno tetap membara seperti tersirat dalam setiap suratnya kepada seorang Guru Persatuan Islam bernama Ahmad Hasan. Pada tahun 1938 hingga tahun 1942 Soekarno diasingkan ke Provinsi Bengkulu. Soekarno baru benar-benar bebas setelah masa penjajahan Jepang pada tahun 1942.
Di awal kependudukannya, Jepang tidak terlalu memperhatikan tokoh-tokoh pergerakan Indonesia hingga akhirnya sekitar tahun 1943 Jepang menyadari betapa pentingnya para tokoh ini. Jepang mulai memanfaatkan tokoh pergerakan Indonesia dimana salah satunya adalah Soekarno untuk menarik perhatian penduduk Indonesia terhadap propaganda Jepang. Akhirnya tokoh-tokoh nasional ini mulai bekerjasama dengan pemerintah pendudukan Jepang untuk dapat mencapai kemerdekaan Indonesia, meski ada pula yang tetap melakukan gerakan perlawanan seperti Sutan Sjahrir dan Amir Sjarifuddin karena menganggap Jepang adalah fasis yang berbahaya. Soekarno sendiri mulai aktif mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, di antaranya adalah merumuskan Pancasila, UUD 1945 dan dasar-dasar pemerintahan Indonesia termasuk merumuskan naskah proklamasi Kemerdekaan.
Pada bulan Agustus 1945, Soekarno diundang oleh Marsekal Terauchi, pimpinan Angkatan Darat wilayah Asia Tenggara ke Dalat, Vietnam. Marsekal Terauchi menyatakan bahwa sudah saatnya Indonesia merdekan dan segala urusan proklamasi kemerdekaan Indonesia adalah tanggung jawab rakyat Indonesia sendiri. Setelah menemui Marsekal Terauchi di Dalat, Vietnam, terjadilah Peristiwa Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945. Para tokoh pemuda dari PETA menuntut agar Soekarno dan Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Republik Indonesia, karena pada saat itu di Indonesia terjadi kevakuman kekuasaan. Ini disebabkan karena Jepang telah menyerah dan pasukan Sekutu belum tiba. Namun Soekarno, Hatta dan beberapa tokoh lainnya menolak tuntutan ini dengan alasan menunggu kejelasan mengenai penyerahan Jepang. Pada akhirnya,Soekarno bersama tokoh-tokoh nasional lainnya mulai mempersiapkan diri menjelang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Berdasarkan sidang yang diadakan oleh Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) panitia kecil untuk upacara proklamasi yang terdiri dari delapan orang resmi dibentuk.
Pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia memplokamirkan kemerdekaannya. Teks proklamasi secara langsung dibacakan oleh Soekarno yang semenjak pagi telah memenuhi halaman rumahnya di Jl Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Pada tanggal 18 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta diangkat oleh PPKI menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Pada tanggal 29 Agustus 1945 pengangkatan Presiden Soekarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta dikukuhkan oleh KNIP. Kemerdekaan yang telah didapatkan ini tidak langsung bisa dinikmati karena di tahun-tahun berikutnya masih ada sekutu yang secara terang-terangan tidak mengakui kemerdekaan Indonesia dan bahkan berusaha untuk kembali menjajah Indonesia.
Gencaran senjata dari pihak sekutu tak lantas membuat rakyat Indonesia menyerah, seperti yang terjadi di Surabaya ketika pasukan Belanda yang dipimpin oleh Brigadir Jendral A.W.S Mallaby berusaha untuk kembali menyerang Indonesia.
Rakyat Indonesia di Surabaya dengan gigihnya terus berjuang untuk tetap mempertahankan kemerdekaan hingga akhirnya Brigadir Jendral AWS Mallaby tewas dan pemerintah Belanda menarik pasukannya kembali. Perang seperti ini tidak hanya terjadi di Surabaya tapi juga hampir di setiap kota. Republik Indonesia secara resmi mengadukan agresi militer Belanda ke PBB karena agresi militer tersebut dinilai telah melanggar suatu perjanjian Internasional, yaitu Persetujuan Linggajati. Walaupun telah dilaporkan ke PBB, Belanda tetap saja melakukan agresinya. Atas permintaan India dan Australia, pada 31 Juli 1947 masalah agresi militer yang dilancarkan Belanda dimasukkan ke dalam agenda rapat Dewan Keamanan PBB, di mana kemudian dikeluarkan Resolusi No 27 tanggal 1 Agustus 1947, yang isinya menyerukan agar konflik bersenjata dihentikan.
Atas tekanan Dewan Keamanan PBB, pada tanggal 15 Agustus 1947, Pemerintah Belanda akhirnya menyatakan akan menerima resolusi Dewan Keamanan untuk menghentikan pertempuran.
Pada 17 Agustus 1947, Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Belanda menerima Resolusi Dewan Keamanan untuk melakukan gencatan senjata dan pada 25 Agustus 1947 Dewan Keamanan membentuk suatu komite yang akan menjadi penengah konflik antara Indonesia dan Belanda.
Setelah Pengakuan Kedaulatan (Pemerintah Belanda menyebutkan sebagai Penyerahan Kedaulatan), Presiden Soekarno kembali diangkat menjadi Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) dan Mohammad Hatta diangkat sebagai perdana menteri RIS. Karena tuntutan dari seluruh rakyat Indonesia yang ingin kembali ke negara kesatuan, maka pada tanggal 17 Agustus 1950, RIS kembali diubah menjadi Republik Indonesia dimana Ir Soekarno menjadi Presiden dan Mohammad Hatta menjadi wakilnya.
Pemberontakan G30S/PKI melahirkan krisis politik hebat di Indonesia. Massa dari KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) dan KAPI (Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia) melakukan aksi demonstrasi dan menyampaikan Tri Tuntutan Rakyat (Tritura) yang salah satu isinya meminta agar PKI dibubarkan. Namun, Soekarno menolak untuk membubarkan PKI karena menilai bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan pandangan Nasakom (Nasionalisme, Agama, Komunisme). Sikap Soekarno yang menolak membubarkan PKI kemudian melemahkan posisinya dalam politik. Lima bulan kemudian, dikeluarkanlah Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) yang ditandatangani oleh Soekarno dimana isinya merupakan perintah kepada Letnan Jenderal Soeharto untuk mengambil tindakan yang perlu guna menjaga keamanan pemerintahan dan keselamatan pribadi presiden.
Surat tersebut lalu digunakan oleh Soeharto yang telah diangkat menjadi Panglima Angkatan Darat untuk membubarkan PKI dan menyatakannya sebagai organisasi terlarang. MPRS pun mengeluarkan dua Ketetapannya, yaitu TAP No IX/1966 tentang pengukuhan Supersemar menjadi TAP MPRS dan TAP No XV/1966 yang memberikan jaminan kepada Soeharto sebagai pemegang Supersemar untuk setiap saat bisa menjadi presiden apabila presiden sebelumnya berhalangan.
Pada 22 Juni 1966, Soekarno membacakan pidato pertanggungjawabannya mengenai sikapnya terhadap peristiwa G30S. Pidato pertanggungjawaban ini ditolak oleh MPRS hingga akhirnya pada 20 Februari 1967 Soekarno menandatangani Surat Pernyataan Penyerahan Kekuasaan di Istana Merdeka.
Hari Minggu, 21 Juni 1970 Presiden Soekarno meninggal dunia di RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat) Gatot Subroto, Jakarta. Presiden Soekarno disemayamkan di Wisma Yaso, Jakarta dan kemudian dimakamkan di Blitar, Jawa Timur berdekatan dengan makam ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai. Pemerintah kemudian menetapkan masa berkabung selama tujuh hari.
Ir Soekarno adalah seorang sosok pahlawan yang sejati. Dia tidak hanya diakui berjasa bagi bangsanya sendiri tapi juga memberikan pengabdiannya untuk kedamaian di dunia. Semua sepakat bahwa Ir Soekarno adalah seorang manusia yang tidak biasa yang belum tentu dilahirkan kembali dalam waktu satu abad. Ir Soekarno adalah bapak bangsa yang tidak akan tergantikan.
Riset dan Analisa: Fathimatuz Zahroh
PENDIDIKAN
  • Pendidikan sekolah dasar di Eerste Inlandse School, Mojokerto
  • Pendidikan sekolah dasar di Europeesche Lagere School (ELS), Mojokerto (1911)
  • Hoogere Burger School  (HBS) Mojokerto (1911-1915)
  • Technische Hoge School, Bandung (sekarang berganti nama menjadi Institut Teknologi Bandung) (1920) 
PENGHARGAAN
  • Gelar Doktor Honoris Causa dari 26 universitas di dalam dan luar negeri antara lain dari Universitas Gajah Mada, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Hasanuddin, Institut Agama Islam Negeri Jakarta, Columbia University (Amerika Serikat), Berlin University (Jerman), Lomonosov University (Rusia) dan Al-Azhar University (Mesir).
  • Penghargaan bintang kelas satu The Order of the Supreme Companions of OR Tambo yang diberikan dalam bentuk medali, pin, tongkat, dan lencana yang semuanya dilapisi emas dari Presiden Afrika Selatan, Thabo Mbeki, atas jasa Soekarno dalam mengembangkan solidaritas internasional demi melawan penindasan oleh negara maju serta telah menjadi inspirasi bagi rakyat Afrika Selatan dalam melawan penjajahan dan membebaskan diri dari politik apartheid. Penyerahan penghargaan dilaksanakan di Kantor Kepresidenan Union Buildings di Pretoria (April 2005).


Sumber: http://profil.merdeka.com/indonesia/s/soekarno/








Kembalikan Indonesiaku Kepada Indonesia



                                     Anak Muda Yang Minder

Anak muda Indonesia saat ini memang lebih baik pada beberapa sisi dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Kita bisa lihat prestasi anak muda Indonesia dalam lingkup Internasional, yang formal mau pun non-formal. Mahasiswa Indonesia selalu menjadi juara dalam kejuaraan robot, Pelajar Indonesia selalu menjadi juara dalam Olimpiade sains, dan masih banyak lagi karya-karya anak muda Indonesia lainnya. Tetapi, ada satu sifat buruk yang masih diemban, yaitu minder.
Ketika ada bule yang memakai batik, anak muda langsung bilang, “wiih bule pake batik”, atau pernyataan norak yang lainnya. Padahal menurut saya, bule memakai batik itu ya biasa saja, ya baguslah kalo bule suka sama batik, emang batik Indonesia itu bagus kok, apa yang perlu diherankan? Kenapa anak muda itu norak kalo ngeliat bule pake batik?
 Memang anak muda sekarang terlihat minder sekali, mereka selalu memandang bahasa asing lebih keren dari bahasanya sendiri. Anak muda sekarang sering sekali ngetweet/update di sosial media dengan bahasa Inggris misalnya, padahal apa yang di-tweetkan itu boleh meng-copy dari orang lain tanpa mencantumkan siapa pengarang kata-katanya. Menggunakan bahasa asing itu boleh, tapi ada batasannya. Ketika urgensinya adalah untuk mengasah atau mengutip pernyataan berbahasa asing itu boleh. Jangan sampai anak muda memandang bahasa asing itu lebih keren dari bahasanya sendiri, jangan sampai anak muda itu minder ketika ada orang yang berbahasa asing, karena sesungguhnya setiap bahasa memiliki nilai seni tersendiri. Boleh anak muda menggunakan bahasa asing, Inggris misalnya, tetapi harus ada urgensi dan proporsinya.
Mari kita hilangkan sifat minder kita, karena sifat minder itu cermin lemahnya kita Anak Muda Indonesia. Kembalikan Indonesiaku kepada Indonesia!


           

Lagu yang Menceritakan Tentang Indonesia



Negeri Ngeri (Marjinal)

Lihatlah negeri kita Yang subur dan kaya raya
Sawah ladang terhampar luas Samudera biru
Tapi rataplah negeri kita Yang tinggal hanyalah cerita
Cerita dan cerita, terus cerita…(cerita terus)
Chorus:
Pengangguran merebak luas Kemiskinan merajalela
Pedagang kaki lima tergusur teraniaya
Bocah-bocah kecil merintih melangsungkan mimpi di jalanan
Buruh kerap dihadapi penderitaan
Inilah negeri kita
Alamnya kelam tiada berbintang
Dari derita dan derita menderita…(derita terus)
Sampai kapankah derita ini (au-ah)
Yang kaya darah dan air mata Yang senantiasa mewarnai bumi pertiwi

back to chorus

Dinodai Dikangkangi Dikuasai Dijajah para penguasa rakus
Dinodai Dikangkangi Dikuasai Dijajah para penguasa rakus









Tafsiran Lagu Negeri Ngeri

Indonesia adalah suatu negara yang mempunyai sumber daya alam yang sangat melimpah. Tetapi, mengapa rakyat Indonesia justru tidak sejahtera? Bukankah sumber daya alam mempunyai nilai kekayaan yang dapat menyejahterakan rakyat?  Malah, yang ada sebaliknya. Pengangguran ada dimana-mana,  kemiskinan merajalela, anak-anak kecil hidup di jalanan, dll. Ini lah
Indonesia sekarang, rakyatnya yang terus menderita, penguasanya yang haus akan jabatan dan harta.

Sunday, April 27, 2014

Solusi Untuk Lokalisasi




Solusi Untuk Lokalisasi

Masalah lokalisasi di Indonesia adalah masalah lama yang belum ditemukan solusi yang paling ampuh agar lokalisasi benar-benar tutup. Hampir di setiap daerah terdapat tempat-tempat lokalisasi, seperti lokalisasi yang terkenal di Bandung, Saritem, dan di Surabaya, Gang Dolly. Permasalahan penutupan lokalisasi ini umumnya adalah para pekerja seks komersial yang bermasalah dengan ekonominya untuk membiayai keluarganya. Jika lokalisasi ditutup, maka banyak masalah yang muncul antara lain, pekerja seks komersial yang  akan kembali mangkal di jalanan, penyakit yang akan menular, dan sebagainya. Maka dari itu, solusi yang tepat diperlukan agar penutupan lokalisasi tidak berefek buruk setelah lokalisasi ditutup. Ada pun solusi untuk menutup lokalisasi misalnya membuka lapangan kerja dan pelatihan-pelatihan kepada para pekerja seks komersial agar tetap bisa mengais rezeki.
                Dalam menyikapi lokalisasi, para pemimpin daerah mempunyai caranya masing-masing. Contohnya Walikota Surabaya Trismaharini, Bu Risma sangat gencar untuk menutup Gang Dolly. Tetapi katanya, mereka (para PSK) tidak dipulangkan begitu saja ke kampung halamannya masing-masing, ada modal usaha yang diberikan sebagai bantuan. Bu Risma juga kerap mengobrol dengan para PSK secara personal untuk mengetahui bagaimana solusinya. Ada pun gagasan dari Walikota Bandung Ridwan Kamil untuk menangani masalah lokalisasi Saritem yaitu dengan membuat Saritem menjadi fungsi baru. Seperti lapangan, dan ruang terbuka lainnya. Mengenai solusi untuk para PSK, Ridwan Kamil mempunyai konsep ‘Jaga Lembur’ atau dalam bahasa Indonesia berarti menjaga kampung. Katanya, nanti di setiap kampung bisa menghasilkan produk kreatif, sehingga PSK disana bisa diberdayakan.
                 Jadi intinya, banyak solusi untuk menangani masalah lokalisasi di Indonesia. Tetapi semua solusi itu harus mempunyai efek yang postif untuk semua pihak.

               





Jika Aku Menjadi Caleg




JIKA AKU MENJADI CALEG


Jika aku menjadi caleg, aku akan mencari muka

Jika aku mencari caleg, aku akan membuat orang suka

Jika aku menjadi caleg, aku akan membuat visi misi tak guna

Jika aku menjadi caleg, kan ku bayar rakyat semua

Jika aku menjadi caleg, aku akan memakai topeng di hadapan rakyat semua

Jika aku menjadi caleg, aku akan memasang album fotoku di sepanjang jalan kota


Jika aku menjadi caleg, aku malu pada saudara dan tetangga juga kolega